dangdut = masyarakat lapisan bawah?

backsound : TAKUI – Lily
mood : sarcastic

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE – 63~! ^^

semoga Indonesia bisa lebih baik lagi. dan bener – bener merdeka sepenuhnya. bangsa ini punya banyak potensi SDM yang masih belum dikembangkan secara optimal… seyogyanya pemerintah sebagai salah satu dari tiga agen perubahan sosial bisa memperhatikan hal ini lebih lanjut. jikalau kita memang sudah lelah menuntut pemerintah, baiknya agen civil society bisa bangkit menjadi pelopor perubahan di negeri ini menuju ke arah yang lebih positif.

(assssaaaahhh… kebanyakan kalimat normatif 😈 )

biasanya kalo lagi perayaan 17-an gini, banyak masyarakat Indonesia yang terlibat dalam aneka perlombaan, mulai dari panjat kerupuk, lomba makan pinang, masukin botol ke balon, balap jarum, dan sebagainya.

.

.

.

.

(krik…krik…krik…) –> melempar diri ke jurang kejayusan

.

.

.

.

emang bagus sih ngerayain hari kemerdekaan kaya gini… lomba – lomba yang diadain di sekitar lingkungan tempat tinggal kita bisa dijadiin sarana buat mempererat hubungan antar warga. acara pertunjukan musik juga bisa jadi hiburan buat warga. ngedengerin musik slalu bisa mempengaruhi suasana hati kan :mrgreen:

TAPI KENAPA MUSIKNYA HARUS DANGDUT?

monyong… mana dangdutannya di sebelah rumah gw.

okelah, gw menghargai kok keberadaan dangdut sebagai salah satu jenis musik yang katanya merakyat. TAPI GA PERLU MENDESAH – DESAH GITU DONK YANG NYANYI!!!

najis… bener-bener ga enak didenger. mana liriknya ga jauh2 dari seksualitas & hubungan percintaan yang diceritain secara norak dan super melankolis lagi.

jadi apa maksud dari kalimat ‘dangdut itu musik yang merakyat‘?

apakah dangdut itu merepresentasikan keadaan mayoritas rakyat indonesia yang katanya 70% termasuk golongan masyarakat lapisan bawah, yang pikiran sehari-harinya ga jauh-jauh dari kebutuhan biologis (makan, tidur, hubungan seksual)?

dari sekian banyak musik dangdut yang gw denger, faktanya emang sebagian besar liriknya terkesan nyerempet ke arah-arah yang mesum, cengeng, dan menganggap seksualitas bukan sesuatu yang sakral yang seharusnya bisa disampein dengan cara yang lebih bagus.

lagu dangdut tentang spiritualitas atau ketuhanan jelas jumlahnya dikit banget. banyak diputer paling cuma pas bulan puasa.

hai para penulis lirik lagu dangdut… tolong perbanyaklah bikin lirik yang lebih positif & membangun…

masyarakat itu bisa diarahkan kok minatnya. kalo semua lagu dangdut punya lirik yang positif, mau ga mau nilai positif yang terkandung dalam lirik lagu-lagu dangdut bisa tersosialisasikan ke masyarakat.

jangan jadi penulis lirik profit-oriented yang cuma sekedar menulis lirik-lirik yang ujung2nya bisa bikin pikiran orang mengarah ke selangkangan mulu…

orang – orang seni bisa kok ikut membentuk & merubah masyarakat… meskipun katanya seni itu berhubungan sama perasaan, harus ada kebebasan berekespresi… oke, itu bukan sesuatu yang salah.

tapi tolong sesuaikan dengan masyarakat…

ga semua lapisan masyarakat udah bisa mengapresiasi seni secara benar & pada tempatnya.

setau gw, akar dari musik dangdut itu musik melayu dicampur musik india. gw udah pernah dengerin musik-musik melayu, dan liriknya oke-oke aja.

meskipun banyak lagu melayu yang nyeritain tentang hubungan percintaan, tapi disampeinnya tuh tetep bagus. ga murahan…

kenapa lagu dangdut sekarang ga bisa balik lagi ke akarnya dulu?

Advertisements

3 thoughts on “dangdut = masyarakat lapisan bawah?

  1. reality show ini namanya.. lol

    kejar duit apa kejar idealisme?
    itulah dunia enterteinment.

    syukur2 yg kreatip banget bisa menyambungkan suatu idealisme dengan bentuk enterteinment yg menarik..
    tapi itu jarang.. 😉

  2. @piy
    bener piy, si bang rhoma kudu muncul lagi. gw baru nyadar kalo skill bermusik beliau tinggi XD *telat abes* udah gitu liriknya bagus kan..

    *joget lumba2*

    @gino
    inilah akibatnya kalo ekspresi seni dikomersilkan.. dampaknya bisa kemana2 termasuk pembentukan moral orang2..
    mana tadi di ITC gw denger lagu yang liriknya bolak-balik ngomong ‘bajingan’..

    di mana tanggung jawab para seniman? *berapi-api*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s