‘shiawase’ tte..?

backsound : Arkarna – Life is Free
mood           : dizzy

Tulisan – tulisan gw entah kenapa sering bernada sinis ya. hehehe.. sbenernya gw ga sesinis itu. tapi mood cynical emang yang dominan berperan kalo gw lagi nulis. lebih tepatnya, penyebab gw menuangkan sesuatu ke dalam tulisan adalah munculnya bagian diri gw yang sinis pada saat itu. dengan sinis, gw meracau. dan ini cuma salah satu dari sekian banyak racauan melankolis hasil merenung gw yang ga berujung pangkal.

jadi kalo ada orang yang baca tulisan ini, gw sarankan hanya fokus ke bagian yang di – highlight. that’s the point.

skarang gw lagi dlm proses memaafkan. ga tau karena gw-nya yang terlalu lebay, atau masukan dari temen², atau aslinya emang parah, makanya gw berada dlm keadaan ini.

ternyata tanpa disadarin, gw cukup ‘terluka’ dan ‘mengalami trauma’ (ini kata temen sih, gw ga menyadari dan ga mau memvonis diri kaya gitu).

yg lumayan bikin frustrasi, gw tidak punya apapun dan siapapun untuk disalahkan. terkadang punya pihak yang bisa dijadiin sasaran pelampiasan emosi cukup membantu. stidaknya kita punya tempat mencurahkan, daripada menjadi terlalu memahami segala sesuatunya dan ga bisa menyalahkan siapapun sampe akhirnya buntu, menyumbat semuanya untuk diri sendiri.

oke, ini cuma soal ego yang bicara.

emang idealnya kita ga boleh menyalahkan siapapun atas apapun yg terjadi dlm hidup kita. ini pelajaran bahwa ga semua hal bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita.

terkadang kita harus memberi dan menerima emosi negatif. menjadi kehilangan sekaligus mendapatkan banyak hal. ada ruang kosong terbentuk, tapi ada juga potongan – potongan baru yang bikin kita tetep utuh yang menempel di tempat lain sementara ruang kosong yang terbentuk sbelomnya harus punya mekanisme untuk mengisi dirinya sendiri.

and actually it takes time to heal.

singkatnya, kaya puzzle yang ga pernah lengkap dan berubah jadi gambaran puzzle yang lain.

puzzle itu terus berubah spanjang hidup, ntah cepet ato lambat, sdikit ato banyak, ga akan pernah sama lagi.

skali lagi, idealnya dlm hidup ini kita harus belajar menerima atas semua hal yang terjadi dan mengambil hikmah dari situ tanpa harus menyalahkan siapapun termasuk diri sendiri.
tapi untuk kasus gw, ada bagian dalam diri gw yang ‘udah belajar’ dan ada yang ‘blom belajar’.

di satu sisi, gw cukup mampu untuk memahami semua yg terjadi dari berbagai sudut pandang tapi di sisi lain, itu membuat gw frustrasi dan gw tidak bisa menyalahkan siapa – siapa kecuali diri sendiri.

maka skarang gw sedang dlm proses memaafkan siapapun, termasuk diri sendiri. atas semua hal yang terjadi sejak gw bisa mengingat sesuatu sampe detik ini. sejujurnya gw juga bingung apa yg dimaksud memaafkan diri sendiri. lagi – lagi terbagi 2 sisi, di satu sisi gw merasa innocent. dan di sisi lain gw guilty, punya tanggung jawab atas smua yang terjadi. belom lagi ketakutan – ketakutan khas manusia (istilah yang dikasih sodara gw) yang muncul dlm diri gw…

takut disakiti
takut dibenci
takut difitnah
takut menyakiti

dan takut yang lain.

proses yg gw jalanin skarang ini naik turun & perlu terus dipertahanin. di satu waktu gw bisa menjadi sangat positif dan siap untuk menghadapi efek yang ditimbulkan masa lalu / masa sebelum skarang…

gw siap untuk menghadapi berbagai hal ga mengenakkan dan menganggapnya sbagai sarana untuk menjadi manusia yg lebih baik. kalo lagi dlm keadaan kaya gini, rasanya gw siap untuk menghadapi apapun dan bayangan akan diri gw yg ‘tegar’ di masa depan udah menanti.

rasanya cukup membahagiakan bisa ngebayangin diri sendiri bisa bermetamorfosa jadi pribadi yg ‘tertempa dgn cukup baik’. bahwa tempaan adalah tanda nyata kasih sayang Tuhan buat gw.

tapi lagi – lagi kadang gw terpleset dan bisa sangat takut untuk menghadapi semuanya. merasa ga berharga, mundur, kembali lagi ke keadaan sedih dan memilih untuk cari aman. hal – hal menyakitkan yang selama ini terjadi dalam hidup gw pandang sbagai cara Tuhan untuk menegur gw yang udah salah mengambil sikap.

Dia pengen gw berhenti & mengambil tindakan lain. Dia pengen bilang ada cara lain untuk bisa mendapatkan kebahagiaan untuk diri gw  sendiri. cuma perlu sedikit bersabar & menjalani serangkaian proses yang ‘berdarah – darah’. (oke, gw lebay dan ga tau harus pake kata lain apa :mrgreen: )

dan sekali lagi, keputusan menyakitkan ini juga membawa dampak menyakitkan dalam bentuk lain.

gw dlm keadaan positif maupun negatif, dua²nya punya efek samping tersendiri. yang jelas, setau gw, memaafkan adalah salah satu komponen penting kalo kita mau bahagia.

memaafkan diri sendiri yang udah menyakiti orang lain, melepaskan/merusak/menghilangkan sesuatu yang (mungkin) berharga, dan sebagainya… memaafkan orang lain yang udah menyakiti kita dan melepaskan/merusak/menghilangkan sesuatu yang berharga juga…

apa yang namanya kebahagiaan itu emang ga pernah utuh? haruskah kita merelakan sebagian hal hilang untuk mendapatkan sebagian hal lain yang bisa menyenangkan kita?

seorang manusia bisa aja mengorbankan sesuatu utk ngedapetin kebahagiaannya, tapi apa dia ga akan ngerasain sensasi kosong yang bisa muncul sewaktu – waktu karena keputusannya untuk merelakan sesuatu yang lain?

apa seorang manusia bisa dibilang bahagia ketika ia mendapatkan hal yang sanggup mengisi kekosongan yang dia bikin sendiri?

dan gw mulai migrain… makan eskrim dulu aaaaaaah :mrgreen:

Advertisements

4 thoughts on “‘shiawase’ tte..?

  1. hemmm hemmm hemmmm….

    MANTAP neng!!!! *mulai kayak abang2 tukang bakso*

    semakin lama kita hidup emang makin ‘mantep’ hal2 yang muncul dan dirasakan….
    tapi tulisan kow ini bagus kali.. sangat bagus menuliskan sesuatu apa adanya ^^

    emmm….. itu sodara kamu yang mana ya? *ngedip2 ke Ge-Eran*

    • bang beli baksonya bang!!!!

      iya.. makin lama idup makin keras ditempa..saking kerasnya sampe ada yg pengen mempersingkat masa hidupnya

      sodara jauh.. bukan manusia..klan cumi2

      *kabur*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s