mari bicara cinta…

backsound : Hugh Grant & Haley Bennett – Way Back into Love
mood           :calm

gw yang dulu pasti nganggep kalo judul di atas njiji’i.

cinta? apa ituh? terdengar cheesy skali. pas film AADC keluar. dalem hati gw bilang : ‘ga ada nama laeeen?’

dan waktu ada toko aksesoris deket rumah gw yang dikasih nama ‘toko cinta’, gw mendengus. pun stelah gw mendengar alasan toko itu dinamain kayak bgitu: karena anak si pemilik toko namanya ‘cinta’. rrrrrrrrrr~!!!!

c-i-n-t-a. kalo 5 huruf itu berdiri sendiri², they won’t bother me. tapi ktika mreka berjejer berurutan. rasanya gw mau menggelinjang. entah kenapa itu perpaduan huruf yang norak.

‘aku cinta kamu’ kdengeran murahan.

gw ga keberatan ktika kata itu diterjemahkan ke bahasa laen. ‘love’, ‘ai’, ‘tresno’, dll kdengeran mendingan. tapi ktika dimelayukan, MASAOLOOOOOH.. i can’t stand for it.

yah tapi itu duluuu… skarang mah biasa aja. meskipun gw masih bersikeras ga akan namain anak atau tempat usaha dengan nama ‘cinta’.

———-

jadi apa tujuan gw nulis postingan kaya gini?

karena saya mendadak inget crita nyokap tentang Prof. Dr. Soerjono Soekanto beserta sang istri.

(yang anak Sosiologi, atau minimal anak FISIP, pasti ga asing sama nama beliau :mrgreen: )

kisah pasangan pak Soekanto & istrinya mungkin salah satu kisah romansa termanis yang pernah gw denger.

pak Soekanto sering main piano bareng istrinya. beliau main piano untuk istrinya, dan bgitu juga sbaliknya. piano jadi alat musik yang menemani kehidupan mereka.

sampe ktika pak Soekanto sakit.

Nyokap crita kalo sakitnya bikin beliau kena amnesia. ga ada 1 hal pun yang bisa beliau inget. otaknya kaya di-reset. kemampuan main piano ilang, bahkan istrinya pun ga ada di ingetan dia.

pasti berat rasanya, dilupain sama orang yang kita sayangin. dan itu bukan sesuatu yang disengaja. seakan – akan eksistensi kita ga ada di dalem hidup orang yang kita sayang itu. buat dia, kita bukan siapa – siapa.

kita mau jungkir balik kayak gimana pun juga tetep aja… apa yang kita lakuin ga signifikan buat orang itu.


tapi toh  sang istri ga nyerah. beliau berusaha buat nyembuhin suaminya.


dan piano adalah media yang sangat membantu proses penyembuhan.

pelan – pelan, istri pak Soekanto ngajarin beliau main piano lagi. step by step. mulai dari tangga nada dasar lagi. bener – bener perlahan, sampe akhirnya ingetan pak Soekanto balik lagi. tentang piano, tentang ilmu – ilmu yang udah beliau pelajari, dan pastinya, ingetan tentang sang istri.


dan tentunya itu makan waktu yang ga sedikit.


nyokap juga bilang, bahkan ingetan pak Soekanto ga kembali 100% sampe akhirnya beliau meninggal.

tapi berkat keteguhan sang istri, pak Soekanto ‘kembali jadi manusia’.


gw pikir crita kaya gini cuma ada di film atau novel aja. ternyata beneran terjadi di dunia nyata…

mungkin ini contoh yang tepat buat ngegambarin kasih sayang seseorang yang bener² ikhlas.

yang dipikirin cuma :

‘gimana cara orang yang gw kasihi bisa sembuh’.


bayangin aja, kalo kita dianggap bukan siapa², mau ngobrol juga susah kan. ga bakal nyambung… harus nahan keinginan² untuk dapet perhatian balik, untuk menerima afeksi. dan spanjang waktu harus terus ‘memberi’…

gw orang normal yang pernah ngerasain belajar piano aja kadang suka ampun²an bosen + enegnya. dan gw pernah dapet guru yang kayaknya lumayan frustrasi ngajarin gw saking batunya gw.

gimana pak Soekanto & istri?

yang menggunakan piano buat me-recall ingetan² tentang mereka berdua.. sambil belajar do re mi, berusaha nginget kenangan – kenangan apa aja yang mereka punya… piano yang menghubungkan itu.


Hhhhhhhhhhhhhhhh (mendesah keterlaluan panjangnya)

 

—-

p.s 1 : gw lagi platonis. moga² ga angin²an deh. rasanya tenang.

p.s 2 : melepaskan untuk memberi… kalau ternyata hasilnya positif, anggeplah itu bonus yang bakal gw syukuri seumur hidup.

Advertisements

4 thoughts on “mari bicara cinta…

  1. Hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………. *ikut mendaesah tak kalah panjang*
    Ckckckc..
    Hedeuh-hedeu-hedeuh..

    Komentar apa ya dy? Speechless :mrgreen:
    Dari mulai amnesianya aja dah kek novel.
    Eh, terus pianonya. Ini udah kek dorama.
    Wanginya udah jauh dari cinta picisan.
    Cintanya kuat beneeur. *salut*

    Hmm.. Njiji’? yayaya.. yg dulu vokalisnya kribo.

    • HHHHHHhhhhhhhhhhhhhhhhhhHhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhHhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhHhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh *ga mau kalah gitu mendesahnya* 😆

      he eh.. HHHHHHHHHHHhhhhhhhhh *lhoh*

      apa rasanya ya jadi istri pak Soekanto.

      estegeeee~!! itu nidjiiii >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s